Perbedaan Reseller dan Dropship dalam Bisnis Online

Perbedaan Reseller dan Dropship dalam Bisnis Online. Ada dua alasan yang sering muncul saat baru akan memulai Bisnis Online :

  1. Belum ada MODAL
  2. Belum ada PRODUK 

Bingung produknya apa, dan akhirnya anda bingung mau jualan apa.

Cukup banyak yang menjelaskan, bahwa bisnis tidak harus dengan modal. Tidak harus dengan modal uang, bisa juga dengan modal nekat, modal foto (foto produk), atau modal semangat! Bismillah, kalau niat emang baik Tuhan akan kasih jalan. Setuju?
Lalu bagaimana jika anda tidak memiliki Produk untuk dijual? Ini mungkin yang jarang dibahas.Mau bisnis, pasti harus ada produk atau jasa yang dijual atau ditawarkan.

Bagaimana mencari produk atau jasa untuk dijual? Apakah setiap pebisnis online harus mempunyai produk mereka sendiri? Jawabannya adalah TIDAK. Pebisnis online tidak harus punya produk sendiri, ada beberapa strategi yang sebenarnya sudah umum dipraktikkan : Reseller & Dropshipping.

1. Reseller.

Reseller adalah sistem jual beli online dimana kita menjual produk yang dimiliki oleh pihak lain (bisa produsen, bisa juga agen), lalu kita menjual kembali ke konsumen. Dalam sistem reseller, pembeli (konsumen) tidak tahu / tidak perlu tahu kita membeli atau ambil produk darimana.

Reseller dalam bahasa sehari-hari kita bisa juga istilahkan dengan kulak-an (bahasa Jawa).

Banyak produsen yang menyediakan sistem penjualan reseller, karena dengan adanya reseller otomatis semakin banyak orang yang memasarkan produk dia. Jadi tentu saling menguntungkan, kita untung bisa dapet produk. Produsen / agen juga untung karena dijualkan produknya.

Harga produk reseller dan konsumen harus dibedakan, karena dengan itu para reseller mendapatkan margin keuntungan. Dan karena itulah sistem bisnis berjalan. Kalau perlu berikan margin yang tinggi, karena semakin menggairahkan para reseller untuk menjual produknya.

Pada praktiknya, sering margin yang diberikan sebesar 20% dari harga, tapi itu tidak paten bergantung pada jenis produk dan harganya juga.

2. Dropshipping.

Sementara Dropshipping sebenarnya sama dengan reseller. Yang membedakan hanya beberapa hal diantaranya adalah :

Pertama, dropshipping memberikan peluang dimana reseller tidak harus direpotkan oleh pack-ing barang dan pengiriman (shipping). Karena dengan sistem dropshipping, produsen atau agenlah yang akan melakukannya untuk reseller.

Jadi teknisnya, jika ada pesanan lewat reseller. Produsen kemudian mengirim produknya langsung ke konsumen dengan menggunakan nama reseller (atas nama reseller).

Itu adalah beda yang paling menonjol. Dalam hal ini kejujuran antara produsen / pemilik produk dengan reseller yang harus dijaga, agar produsen tidak main belakang. Tet reseller.

Itu sudah aturan yang disepakati dan berjalan selama ini. Yang dengan itu sistem jual beli online berjalan, dan kerjasama bisa berlangsung.

Untuk margin keuntungan, tentunya lebih sedikit diberikan daripada sistem reseller. Itu dikarenakan, reseller tidak perlu repot terlibat pack-ing dan shipping tadi. Jadi lebih mudah tinggal transfer-transfer aja.

Pada umumnya, dropshipping memberikan margin sebesar 15% saja dari jumlah transaksi. Tapi sekali lagi, itu semua bergantung produk dan harga. Tidak paten seperti itu.

Buat anda yang produsen atau agen. Sudahkah anda membuat sistem reseller atau dropshipping untuk produk anda??

Buat anda para pengusaha online. Sudahkah kamu mempraktikkan sistem ini dengan memperbanyak produk reseller dan dropshipping??

Semoga artikel Perbedaan Reseller dan Dropship dalam Bisnis Online ini dapat bermanfaat untuk Anda. Terimakasih.

Previous Post
Next Post
error:

BERLANGANAN GRATIS

Dapatkan info bisnis terupdate posbisnis.com